Langsung ke konten utama

Postingan

Ngebolang dari Ujung Selatan Hingga Utara Jakarta

Untuk menghibur diri di tengah situasi yang tidak bersahabat seperti pandemic Covid 19, kita membutuhkan tempat untuk relaksasi. Untuk mewujudkan itu, tidak ada salahnya jika kita berwisata sejenak, mengunjungi lokasi sekitar yang memberikan kelegaan berfikir.  Meskipun dalam suasana santai, kita tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Berlokasi di Jakarta, ada beberapa objek wisata yang dapat dijadikan tempat liburan, diantaranya kebun binatang Ragunan, dan Taman Impian Jaya Ancol. Dengan range harga tiket 35 hingga 50 ribu, anda dapat menikmati sajian alam yang meneduhkan suasana hati. Pemandangan yang dihiasi pepohonan rindang akan menambah kesejukan suasana. Ragunan saya pilih sebagai tempat pertama liburan. Kawasan konservasi dengan luas 140 Ha ini merupakan kebun binatang kedua terbesar di dunia. Lokasinya dihuni oleh 2101 binatang dengan 220 spesies.  Untuk bisa masuk kesini kalian harus membeli kartu Jakcard seharga 35 ribu rupiah, yang sudah terma...

Ragam dan Manfaat Sinar dalam Sejarah Manusia

Selama ratusan ribu tahun, manusia pintar telah mulai menggunakan rambatan cahaya untuk membantu kehidupan sehari- hari mereka. Awalnya, manusia Homo Sapiens menggunakannya sebagai penunjuk waktu maupun pemanas. Mereka mendapatkan fasilitas alam tersebut gratis selama 24 jam dalam sehari dan 365 hari dalam setahun.  Di kemudian hari sinar bahkan dimanfaatkan untuk kepentingan dekorasi panggung hingga astronomi. Sampai sekarang sudah lebih dari 150 tahun sinar digunakan manusia dalam beraktivitas.  Pada jaman modernisasi, manusia memodifikasinya lebih kompleks dan bermanfaat lagi untuk peradaban. Kira kira apa saja ya sinar yang sudah dimodifikasi? 1. Inframerah Kegunaan inframerah sangat penting di abad digital sekarang ini.  Contohnya, jika kalian pernah menggunakan ponsel biasa pada tahun 2001 hingga 2017.  Kala itu, produsen handphone bersaing untuk menghadirkan teknologi canggih ini pada fitur handphone.  Dengan bantuan infrared, manusia mampu memindahkan d...

Nantikan "Iron Man" di Sekitar Anda

Ini bukan Serial Marvel Comics, juga bukan kisah Tony Stark, seorang superhero dengan kostum baja yang berfungsi sebagai penahan serangan, serta dilengkapi alat super canggih. Bahkan dengan jubahnya, Tony mampu terbang menghadapi para musuhnya di angkasa. Sepenggal kisah dari Box Office tersebut nampaknya bukan lagi fiksi, karena suatu saat akan sampai ditengah tengah kita.  Hal ini seperti yang dilaporkan oleh CNN pada bulan September lalu, bahwa ada sesosok pria misterius dengan kostum mesin khusus terbang pada ketinggian 3000 kaki  di atas bandara LA International Airport. Trus kalau di masa depan mesin tersebut diberi izin aviasi, otomatis akan lebih banyak lagi yang terbang. Terlintas pertanyaan benda apa yang digunakan pria tersebut untuk terbang? Richard Browning, seorang mekanik berkebangsaan Inggris mencoba meneruskan visi ayahnya   di tahun 1970an yang juga seorang ilmuwan. Dengan motivasi tinggi, ia berusaha untuk mewujudkannya.  Dengan ide awal manusia ...

Surealisme, Seni Kontemporer yang Menonjol

Para seniman mencoba menggabungan hasil pikiran bawah sadar atau psikoanalisis dengan fantasi liar mereka, hal ini justru menjadikan seni modern jauh lebih bernilai.  Berawal dari Andre Breton, seorang penulis prancis di tahun 1920 yang mencoba melakukan reaksi terhadap perang dunia II dengan karya seni. Breton melakukan "terobosan" melalui karyanya untuk mencoba menghibur para masyarakat yang kala itu terus berada dalam situasi perang.  Dirinya mencoba mengadopsi konsep psikoanalisis Sigmun Freud dengan imajinasi yang dituangkan dalam bentuk tulisan maupun puisi. Surrealisme sendiri merupakan sebuah seni kontradiksi dari fakta yang saat ini sudah mainstream di tengah masyarakat. Dalam perkembangannya, surealism mengalami inovasi yang lebih berkilau. Konsep ini berkembang menjadi sebuah visual oleh para seniman kala itu.  Salah satu tokoh terbesar dalam perkembangannhya di abad 20 ialah Salvador Dali.  Ia banyak mengembangkan seni bombastis ini menjadi bagian da...

Musisi Virtual Siap Unggul di Industri Hiburan

Semua hal biasa dapat diubah menjadi luar biasa dengan aplikasi editing, mulai dari iklan hingga film animasi. Banyak film yang pengerjaannya menggunakan CGI berteknologi tinggi. Contoh saja Transformer yang mampu memukau jutaan penonton sehingga mendapatkan beberapa kali penghargaaan MTV Awards dan VES Awards.  Hal Ini menunjukan animo yang luar biasa dari masyarakat terhadap karya para konten kreator. Belum lagi dengan film lainnya seperti Finding Nemo, Marvel superheroes, Frozen, yang namanya melejit di industri hiburan. Seiring kemajuan jaman, sang konten creator mempunyai ide yang lebih inovatif lagi dalam menyuguhkan karyanya ke hadapan public. Sejak revolusi industry 4.0, para seniman mulai berinovasi lebih ke arah visual seperti CGI.  Dengan penampilan berbeda, para pekerja seni mencoba menyajikan hal yang diluar nalar manusia pada umumnya. Tidak tanggung tanggung, karya virtual mereka dijadikan layaknya manusia yang memiliki kehidupan sosial pada umumnya. Seperti ap...

Mode Bisnis Baru Imbas Disrupsi

The Verge Jejak pemasaran digital sudah mulai terlihat jelas di dunia daring sejak kemunculan Era  Revolusi Industri 4.0.  Transaksi ini ditandai dengan metode perdagangan elektronik oleh Jeff Besos yang mendirikan Amazon.com pada tahun 1994. Berpusat di Seatle Amerika Serikat, kemunculannya diikuti oleh para pelaku perdagangan elektronik lainnya seperti E-bay, dan Alibaba besutan JackMa. E-commerce merengkuh metode jual beli jauh lebih mudah. Pasalnya, hanya dengan beberapa sentuhan, konsumen mampu membeli serta menjual barang dagangannya tanpa mengenal batas dan waktu. Di Indonesia kita mengenal Lazada, Tokopedia, Shopee, serta OLX yang saat ini masih memegang kendali transaksi online.  Roadmap  ini memungkinkan para pelaku bisnis senantiasa mencari inovasi baru dalam menjalankan roda perekonomian. Selain bebas distribusi jarak dan waktu, pengusaha mampu memangkas biaya operasional dan distribusinya. Bahkan dikala pandemi, sebagian pebisnis justru menganggap ini se...

Polemik Corona: Selamat Datang Teknologi Nirkabel

Indonesia dan dunia masih berada dalam gejolak yang sulit di masa pandemic ini, pasalnya dampak wabah Covid 19 sudah mulai terlihat jelas. Dilansir dari detik.com,  Sekertaris Kementrian Koordinator Perekonomian  mencatat bahwa 55- 70 juta pekerja informal telah terkena imbas ekonomi akibat wabah corona. Dilain pihak, banyaknya tempat usaha seperti pabrik dan perusahaan yang menutup tempat usahanya menjadikan jutaan karyawan harus dirumahkan.  Untuk menghadapi krisis pada kuartal kedua, saat ini pemerintah Indonesia telah menerapkan  New Normal , salah satu kebijakan yang digadang gadang dilakukan hampir di seluruh negara. Tujuannya adalah membangun kembali perekonomian yang beberapa bulan ini turun imbas wabah Corona  Diharapkan penerapan metode baru ini akan menimbulkan optimisme positif untuk masa depan yang lebih baik.  Disaat seperti ini, pemerintah juga mengharapkan para pelaku ekonomi dan industri berfikir kreatif dan inovatif supaya ro...